Pesawat terbang yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody
yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik di New Jersey, 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.
Lantaran hasil karya kedua bersaudara ini saling berkaitan satu sama lain, mereka tercantum berbarengan dalam daftar dan ihwal keduanya pun akan dipaparkan dalam satu nafas. Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville Wright –adiknya– lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah. Wright bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka membelikan ‘helikopter’ mainan untuk dua anak mereka yang termuda tersebut. Mainan itu dibuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling nya. Wilbur dan Orville memainkannya hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terbang.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik. Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun 1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit, hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar terbang dengan menggunakan pesawat peluncur. Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur. Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun 1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka. Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa dengan berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin pesawat udara bermesin.

Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di udara. Karena itu, sebagian besar waktu dan perhatian mereka tumpahkan pada soal bagaimana mencapai kestabilan pesawat ketika sudah terbang. Mereka berhasil menciptakan tiga jenis alat pokok untuk mengawasi pesawat, dan inilah yang membuat mereka berhasil dalam peragaan.
Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah, kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu. Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang. Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright (dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66% berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright, berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.

Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa terlaksana.
Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan 105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 –misalnya– koran The Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars? (Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan Udara.
Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal penemuan pesawat terbang. Dalam hal penentuan urutan dalam daftar buku ini, yang jadi pegangan utama adalah terciptanya pesawat terbang punya arti kurang penting ketimbang penemuan mesin cetak ataupun tenaga uap yang keduanya telah membikin perombakan revolusioner peri kehidupan manusia. Namun, tak bisa dibantah penemuan pesawat terbang merupakan fenomena sejarah yang penting, baik dalam hal penggunaan untuk tujuan-tujuan damai maupun perang. Hanya dalam tempo puluhan tahun sesudah itu, pesawat terbang telah membikin dunia kita ini begitu ciut bahkan ruang angkasa pun rasanya bisa disentuh jari. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi penerbangan di angkasa luar.
Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan, betul-betul terbang dengan pesawat dan bukannya bersila di atas permadani dongeng sambil mengisap “hoga” yang tiga hasta panjangnya.
Kategori dan klasifikasi
Lebih berat dari udara
Pesawat terbang yang lebih berat dari udara disebut aerodin, yang masuk dalam kategori ini adalah autogiro, helikopter, girokopter dan pesawat bersayap tetap. Pesawat bersayap tetap umumnya menggunakan mesin pembakaran dalam yang berupa mesin piston (dengan baling-baling) atau mesin turbin (jet atau turboprop) untuk menghasilkan dorongan yang menggerakkan pesawat, lalu pergerakan udara di sayap menghasilkan gaya dorong ke atas, yang membuat pesawat ini bisa terbang. Sebagai pengecualian, pesawat bersayap tetap juga ada yang tidak menggunakan mesin, misalnya glider, yang hanya menggunakan gaya gravitasi dan arus udara panas. Helikopter dan autogiro menggunakan mesin dan sayap berputar untuk menghasilkan gaya dorong ke atas, dan helikopter juga menggunakan mesin untuk menghasilkan dorongan ke depan.
Lebih ringan dari udara
Pesawat terbang yang lebih ringan dari udara disebut aerostat, yang masuk dalam kategori ini adalah balon dan kapal udara. Aerostat menggunakan gaya apung untuk terbang di udara, seperti yang digunakan kapal laut untuk mengapung di atas air. Pesawat terbang ini umumnya menggunakan gas seperti helium, hidrogen, atau udara panas untuk menghasilkan gaya apung tersebut. Perbedaaan balon udara dengan kapal udara adalah balon udara lebih mengikuti arus angin, sedangkan kapal udara memiliki sistem propulsi untuk dorongan ke depan dan sistem kendali.
Jenis pesawat
Berdasarkan desain
Pesawat-pesawat eksperimental NASA
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik di New Jersey, 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.
Lantaran hasil karya kedua bersaudara ini saling berkaitan satu sama lain, mereka tercantum berbarengan dalam daftar dan ihwal keduanya pun akan dipaparkan dalam satu nafas. Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville Wright –adiknya– lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah. Wright bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka membelikan ‘helikopter’ mainan untuk dua anak mereka yang termuda tersebut. Mainan itu dibuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling nya. Wilbur dan Orville memainkannya hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terbang.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik. Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun 1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit, hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar terbang dengan menggunakan pesawat peluncur. Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur. Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun 1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka. Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa dengan berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin pesawat udara bermesin.

Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di udara. Karena itu, sebagian besar waktu dan perhatian mereka tumpahkan pada soal bagaimana mencapai kestabilan pesawat ketika sudah terbang. Mereka berhasil menciptakan tiga jenis alat pokok untuk mengawasi pesawat, dan inilah yang membuat mereka berhasil dalam peragaan.
Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah, kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu. Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang. Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright (dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66% berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright, berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.

Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa terlaksana.
Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan 105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 –misalnya– koran The Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars? (Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan Udara.
Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal penemuan pesawat terbang. Dalam hal penentuan urutan dalam daftar buku ini, yang jadi pegangan utama adalah terciptanya pesawat terbang punya arti kurang penting ketimbang penemuan mesin cetak ataupun tenaga uap yang keduanya telah membikin perombakan revolusioner peri kehidupan manusia. Namun, tak bisa dibantah penemuan pesawat terbang merupakan fenomena sejarah yang penting, baik dalam hal penggunaan untuk tujuan-tujuan damai maupun perang. Hanya dalam tempo puluhan tahun sesudah itu, pesawat terbang telah membikin dunia kita ini begitu ciut bahkan ruang angkasa pun rasanya bisa disentuh jari. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi penerbangan di angkasa luar.
Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan, betul-betul terbang dengan pesawat dan bukannya bersila di atas permadani dongeng sambil mengisap “hoga” yang tiga hasta panjangnya.
Kategori dan klasifikasi
Lebih berat dari udara
Pesawat terbang yang lebih berat dari udara disebut aerodin, yang masuk dalam kategori ini adalah autogiro, helikopter, girokopter dan pesawat bersayap tetap. Pesawat bersayap tetap umumnya menggunakan mesin pembakaran dalam yang berupa mesin piston (dengan baling-baling) atau mesin turbin (jet atau turboprop) untuk menghasilkan dorongan yang menggerakkan pesawat, lalu pergerakan udara di sayap menghasilkan gaya dorong ke atas, yang membuat pesawat ini bisa terbang. Sebagai pengecualian, pesawat bersayap tetap juga ada yang tidak menggunakan mesin, misalnya glider, yang hanya menggunakan gaya gravitasi dan arus udara panas. Helikopter dan autogiro menggunakan mesin dan sayap berputar untuk menghasilkan gaya dorong ke atas, dan helikopter juga menggunakan mesin untuk menghasilkan dorongan ke depan.
Lebih ringan dari udara
Pesawat terbang yang lebih ringan dari udara disebut aerostat, yang masuk dalam kategori ini adalah balon dan kapal udara. Aerostat menggunakan gaya apung untuk terbang di udara, seperti yang digunakan kapal laut untuk mengapung di atas air. Pesawat terbang ini umumnya menggunakan gas seperti helium, hidrogen, atau udara panas untuk menghasilkan gaya apung tersebut. Perbedaaan balon udara dengan kapal udara adalah balon udara lebih mengikuti arus angin, sedangkan kapal udara memiliki sistem propulsi untuk dorongan ke depan dan sistem kendali.
Jenis pesawat
Berdasarkan desain
- Balon udara
- Kapal udara
- Pesawat bersayap tetap
- Pesawat bersayap satu
- Pesawat bersayap delta
- Pesawat bersayap lipat
- Sayap terbang
- Pesawat bersayap dua
- Pesawat bersayap tiga
- Pesawat bersayap satu
- Pesawat sayap berputar
- Helikopter
- Autogiro
- Pesawat terbang layang (Glider)
- Pesawat bermesin piston
- Pesawat bermesin turbo propeler
- Pesawat bermesin turbojet
- Pesawat bermesin turbofan
- Pesawat bermesin ramjet
Pesawat-pesawat eksperimental NASA
- Pesawat eksperimental
- Pesawat penumpang sipil
- Pesawat angkut
- Pesawat militer
at puluh lima tahun. Or - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-pesawat-terbang.html
Pesawat terbang atau
pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah
kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat terbang
yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright
Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat
rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903
di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu
pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody
yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh
sebelumnya.
Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang
ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan
Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan
seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi
balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang
pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai
pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan
trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin
meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright,
pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun,
bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi
udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama
Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di
buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.
Wright Bersaudara yang terdiri dari dua orang adik beradik, Wilbur
Wright (16 April 1867 - 30 Mei 1912) dan Orville Wright (19 Agustus 1871
- 30 Januari 1948), secara umum dihargai atas desain dan perancangan
pesawat terbang efektif pertama dan membuat penerbangan terkendali
pertama menggunakan pesawat terbang bermesin yang lebih berat daripada
udara, bersama dengan pendirian tonggak sejarah lainnya dalam bidang era
dirgantara. Kedua kakak beradik itu pada awalnya mengelola sebuah toko
di Dayton, Ohio. Toko tersebut menjual dan memperbaiki sepeda motor.
Mereka mulai mempelajari masalah penerbangan pada tahun 1889. Kemudian
mereka mulai membuat tiga pesawat terbang layang bersayap kembar.
Ketiganya dites di pantai Kitty Hawk, North Carolina. Pesawat yang
ketiga telah diujinya sebanyak 1000 kali penerbangan dan ternyata
berhasil dengan sukses. Kemudian mereka membuat mesin motor ringan.
Mesin tersebut di pasang di pesawatnya yang keempat, yang dinamakannya
Wright Flyer.
Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville
Wright --adiknya-- lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak
laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan
masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka
toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan
dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik.
Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain
seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun
1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan
Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit,
hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi
yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat
mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu
kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang
dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil
keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang
sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya
bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika
belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar
terbang dengan menggunakan pesawat peluncur.
Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur.
Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty
Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat
seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu
menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun
1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga
ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka.
Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat
peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat
peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa
dengan
Tokoh Ilmuwan Penemu -
http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com
berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur
terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin
pesawat udara bermesin.
Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses
ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah
pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil
ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari
bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di
udara. Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal
perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah
disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan
sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu
macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah,
kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang
tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu.
Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat
terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak
bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang
tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada
paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas
terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara
Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang.
Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk
digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun
yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright
(dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan
kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka
mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan
pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri
baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66%
berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill
Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua
bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan
pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai
jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright,
berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang
mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan
ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap
sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga
kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di
Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.
Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit
sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan
itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton
Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu
dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa
terlaksana. Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara
kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin
pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan
105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum
samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis
dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota
Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat
terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 --misalnya-- koran The
Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars?
(Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan
ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke
Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir
perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika
Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada
tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah
satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang
penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera
dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika
Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran
belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan
Udara. Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright
bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan
mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur
Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima
tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke
suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua
bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak
lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal
penemuan pesawat terbang. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat
terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi
penerbangan di angkasa luar. Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi
impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani
terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang
berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah
mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan.
- Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-pesawat-terbang.html
Pesawat terbang atau
pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah
kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat terbang
yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright
Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat
rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903
di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu
pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody
yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh
sebelumnya.
Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang
ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan
Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan
seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi
balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang
pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai
pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan
trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin
meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright,
pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun,
bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi
udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama
Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di
buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.
Wright Bersaudara yang terdiri dari dua orang adik beradik, Wilbur
Wright (16 April 1867 - 30 Mei 1912) dan Orville Wright (19 Agustus 1871
- 30 Januari 1948), secara umum dihargai atas desain dan perancangan
pesawat terbang efektif pertama dan membuat penerbangan terkendali
pertama menggunakan pesawat terbang bermesin yang lebih berat daripada
udara, bersama dengan pendirian tonggak sejarah lainnya dalam bidang era
dirgantara. Kedua kakak beradik itu pada awalnya mengelola sebuah toko
di Dayton, Ohio. Toko tersebut menjual dan memperbaiki sepeda motor.
Mereka mulai mempelajari masalah penerbangan pada tahun 1889. Kemudian
mereka mulai membuat tiga pesawat terbang layang bersayap kembar.
Ketiganya dites di pantai Kitty Hawk, North Carolina. Pesawat yang
ketiga telah diujinya sebanyak 1000 kali penerbangan dan ternyata
berhasil dengan sukses. Kemudian mereka membuat mesin motor ringan.
Mesin tersebut di pasang di pesawatnya yang keempat, yang dinamakannya
Wright Flyer.
Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville
Wright --adiknya-- lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak
laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan
masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka
toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan
dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik.
Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain
seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun
1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan
Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit,
hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi
yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat
mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu
kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang
dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil
keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang
sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya
bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika
belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar
terbang dengan menggunakan pesawat peluncur.
Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur.
Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty
Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat
seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu
menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun
1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga
ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka.
Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat
peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat
peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa
dengan
Tokoh Ilmuwan Penemu -
http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com
berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur
terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin
pesawat udara bermesin.
Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses
ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah
pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil
ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari
bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di
udara. Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal
perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah
disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan
sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu
macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah,
kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang
tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu.
Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat
terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak
bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang
tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada
paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas
terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara
Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang.
Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk
digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun
yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright
(dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan
kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka
mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan
pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri
baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66%
berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill
Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua
bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan
pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai
jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright,
berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang
mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan
ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap
sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga
kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di
Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.
Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit
sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan
itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton
Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu
dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa
terlaksana. Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara
kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin
pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan
105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum
samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis
dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota
Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat
terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 --misalnya-- koran The
Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars?
(Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan
ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke
Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir
perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika
Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada
tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah
satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang
penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera
dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika
Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran
belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan
Udara. Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright
bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan
mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur
Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima
tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke
suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua
bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak
lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal
penemuan pesawat terbang. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat
terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi
penerbangan di angkasa luar. Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi
impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani
terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang
berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah
mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan.
- Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-pesawat-terbang.html
Pesawat terbang atau
pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah
kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat terbang
yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright
Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat
rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903
di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu
pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody
yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh
sebelumnya.
Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang
ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan
Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan
seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi
balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang
pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai
pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan
trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin
meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright,
pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun,
bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi
udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama
Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di
buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.
Wright Bersaudara yang terdiri dari dua orang adik beradik, Wilbur
Wright (16 April 1867 - 30 Mei 1912) dan Orville Wright (19 Agustus 1871
- 30 Januari 1948), secara umum dihargai atas desain dan perancangan
pesawat terbang efektif pertama dan membuat penerbangan terkendali
pertama menggunakan pesawat terbang bermesin yang lebih berat daripada
udara, bersama dengan pendirian tonggak sejarah lainnya dalam bidang era
dirgantara. Kedua kakak beradik itu pada awalnya mengelola sebuah toko
di Dayton, Ohio. Toko tersebut menjual dan memperbaiki sepeda motor.
Mereka mulai mempelajari masalah penerbangan pada tahun 1889. Kemudian
mereka mulai membuat tiga pesawat terbang layang bersayap kembar.
Ketiganya dites di pantai Kitty Hawk, North Carolina. Pesawat yang
ketiga telah diujinya sebanyak 1000 kali penerbangan dan ternyata
berhasil dengan sukses. Kemudian mereka membuat mesin motor ringan.
Mesin tersebut di pasang di pesawatnya yang keempat, yang dinamakannya
Wright Flyer.
Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville
Wright --adiknya-- lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak
laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan
masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka
toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan
dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik.
Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain
seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun
1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan
Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit,
hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi
yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat
mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu
kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang
dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil
keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang
sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya
bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika
belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar
terbang dengan menggunakan pesawat peluncur.
Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur.
Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty
Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat
seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu
menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun
1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga
ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka.
Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat
peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat
peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa
dengan
Tokoh Ilmuwan Penemu -
http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com
berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur
terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin
pesawat udara bermesin.
Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses
ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah
pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil
ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari
bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di
udara. Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal
perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah
disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan
sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu
macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah,
kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang
tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu.
Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat
terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak
bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang
tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada
paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas
terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara
Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang.
Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk
digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun
yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright
(dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan
kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka
mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan
pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri
baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66%
berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill
Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua
bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan
pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai
jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright,
berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang
mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan
ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap
sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga
kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di
Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.
Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit
sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan
itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton
Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu
dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa
terlaksana. Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara
kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin
pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan
105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum
samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis
dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota
Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat
terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 --misalnya-- koran The
Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars?
(Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan
ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke
Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir
perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika
Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada
tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah
satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang
penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera
dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika
Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran
belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan
Udara. Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright
bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan
mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur
Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima
tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke
suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua
bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak
lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal
penemuan pesawat terbang. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat
terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi
penerbangan di angkasa luar. Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi
impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani
terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang
berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah
mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan. - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-pesawat-terbang.html
Pesawat terbang atau
pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah
kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat terbang
yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright
Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat
rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903
di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu
pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody
yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.
Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh
sebelumnya.
Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang
ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan
Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan
seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi
balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang
pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai
pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan
trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin
meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright,
pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun,
bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi
udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama
Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di
buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.
Wright Bersaudara yang terdiri dari dua orang adik beradik, Wilbur
Wright (16 April 1867 - 30 Mei 1912) dan Orville Wright (19 Agustus 1871
- 30 Januari 1948), secara umum dihargai atas desain dan perancangan
pesawat terbang efektif pertama dan membuat penerbangan terkendali
pertama menggunakan pesawat terbang bermesin yang lebih berat daripada
udara, bersama dengan pendirian tonggak sejarah lainnya dalam bidang era
dirgantara. Kedua kakak beradik itu pada awalnya mengelola sebuah toko
di Dayton, Ohio. Toko tersebut menjual dan memperbaiki sepeda motor.
Mereka mulai mempelajari masalah penerbangan pada tahun 1889. Kemudian
mereka mulai membuat tiga pesawat terbang layang bersayap kembar.
Ketiganya dites di pantai Kitty Hawk, North Carolina. Pesawat yang
ketiga telah diujinya sebanyak 1000 kali penerbangan dan ternyata
berhasil dengan sukses. Kemudian mereka membuat mesin motor ringan.
Mesin tersebut di pasang di pesawatnya yang keempat, yang dinamakannya
Wright Flyer.
Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville
Wright --adiknya-- lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak
laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan
masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka
toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan
dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik.
Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain
seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun
1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan
Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit,
hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi
yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat
mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu
kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang
dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil
keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang
sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya
bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika
belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar
terbang dengan menggunakan pesawat peluncur.
Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur.
Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty
Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat
seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu
menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun
1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga
ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka.
Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat
peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat
peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa
dengan
Tokoh Ilmuwan Penemu -
http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com
berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur
terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin
pesawat udara bermesin.
Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses
ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah
pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil
ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari
bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di
udara. Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal
perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah
disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan
sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu
macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah,
kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang
tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu.
Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat
terbang.
Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak
bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang
tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada
paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas
terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara
Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang.
Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk
digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun
yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright
(dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan
kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka
mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan
pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri
baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66%
berhasil.
Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill
Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua
bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan
pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai
jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright,
berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang
mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan
ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap
sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga
kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di
Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C.
Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit
sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan
itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton
Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu
dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa
terlaksana. Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara
kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin
pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan
105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum
samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis
dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota
Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat
terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 --misalnya-- koran The
Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars?
(Penerbangan atau pengibulan?).
Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan
ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke
Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir
perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika
Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada
tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah
satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang
penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera
dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika
Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran
belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan
Udara. Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright
bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan
mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur
Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima
tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke
suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua
bersaudara itu pernah kawin.
Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak
lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal
penemuan pesawat terbang. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat
terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi
penerbangan di angkasa luar. Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi
impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani
terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang
berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah
mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan. - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/penemu-pesawat-terbang.html



0 comments:
Posting Komentar